Sunday, January 23, 2011

Dewasa

Wahai,
kenapa dewasa?

Kedewasaan adalah kabus.
Kabus dibalik kabus dibalik kabus.
Kedewasan adalah pura
Pura manusia pura jiwa.

Adalah kelawar malam
yang terkekeh-kekeh
di hitam malam.

Dewasa?

Kanak-kanaklah yang lebih dewasa
dari manusia dewasa.


20 Januari 2011
_____________________________________________
*telah lama aku senyapkan 'soalan-soalan' yang purba. Barangkali, inilah ketikanya, secara berdikit-dikit, bersukat-sukat.

Kucing Tanpa Kuku

Malam ku dikacau kucing
Cakarnya tumpul
tapi merobek-robek
mulutku.

Mulutku bukan manis.
Mataku juga tak lagi denyut.

Kau kucing tanpa mata.
Kau kucing tanpa telinga.

Bulan bersinar lesu
Kucing tanpa kuku.

20 Januari 2011

Thursday, January 20, 2011

Malam Musim Dingin

Kucing mengendap-ngendap
ke rumah ku.
Ia tersenyap-senyap
ke bilikku.

Mengiau
ngiau
dengan
kenangan
lama.

19 Januari 2011
_____________________________________________
*Aku tak suka kucing. Tapi aku suka kucing di malam musim dingin

Tuesday, January 18, 2011

Mimpi Ngeri

Betapa seringku
dimimpikan kengerian
keracauan.

Aliran tasik ungu
menghempas seluruh
jiwa yang bisu
disenyapi kegagalan
Aku.

Aku harap
Bulan yang damai.

Wajah keduamu
ku lihat berkecai.

Selepas hujan
10 Disember 2010

_____________________________________________
*Hampir tiap minggu, pasti aku bermimpi. Setiap kalinya, ia semakin terang; terkadang mengispirasi, terkadang melesukan*

Kucing

Belum menangis
kucing yang terluka
di sisi tiang lampu.

Mengiau
ngiau
ngiau,

halus dan perih.

Bertanya;
kemana engkau kini?

16 Januari

_____________________________________________
*Sebenarnya aku tak nak peduli, dan takkan peduli. *

Saturday, January 15, 2011

Friday, January 7, 2011

Salju Hitam

Di antara kata yang ghairah
ada salju yang hitam.
Salju hitam di subuh hitam.

Jangan kau tanya
siapa yang sayu.
Terpaku di bulan kelabu.

Aku?

Salju turun mendayu-dayu.

5 Januari 2011

Wednesday, January 5, 2011

Surat Untuk Bulan

Tak ku harap
kau paham.

Kerana kau
hanyalah peleter
tanpa makna.

Kerana kau
hanyalah lidah
tanpa telinga.

Dari malam
hingga ke malam
takkan pernah kau paham

Dari ku.
Untuk bulan.

5 Januari 2011

Di Belakang Bulan

Barangkali tak kau temu lagi
aku kini di ruang hampa
mengecilkan diri
tanpa bayang.

Jika ingin mencariku
carilah di belakang bulan.

3 Januari 2011

Bulan di Serpih Malam

Bulan kau hilang
disorok serpih malam.

Tak lagi menyilau.

Dan malam kian panjang
dengan mimpi-mimpi yang sendiri.

3 Januari 2011

Monday, January 3, 2011

Merenung Bulan

Adalah otak yang terikat
dibelenggu.

Sampai mati pun
takkan difahami kata aku.

Lagi.
Ku renung bulan.

2011

Masa Bukan Pengubat

Hingga pedang patah
saat kau belah bulan
mencari intinya;
kerlip yang menyepi.

Hingga kini
masa tak mengubati.

3 Januari 2011