Malam tak berbulan
disisi jendela
dan kucing terluka.
Air mata menitis-nitis
ke hatinya.
Kalbu yang tergilis
Merintih-rintih di kertas puisi.
Di antara kata yang luka
dan diam yang rahsia;
sukar dikesan hikmahnya peristiwa.
Sekali kucing menguap
sekali langsir tersingkap;
bergulung-gulung angin derita
berdengung-dengung pekat rahsia
bergaung dan meraung; ke lorong pilu.
Malam tak berbulan
disisi jendela
dan kucing, kini sudah tiada.
10 Mac 2011
_____________________________________________
*khayalan semata-mata. termungkin oleh simbol-simbol yang berbaur dan dingin.
No comments:
Post a Comment